Sabtu, 23 Mei 2015

POTENSI DAN INVESTASI KABUPATEN SRAGEN

Kabupaten Sragen terletak di Karesidenan Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Sragen dipetakan menjadi 2 wilayah, yaitu utara Bengawan Solo dan selatan Bengawan Solo.
Utara: 11 kecamatan, 116 desa, dan 4 kelurahan. 
Potensi: pertanian, pariwisata, industri, dan perdagangan.
Selatan: 9 kecamatan, 80 desa, dan 8 kelurahan.
Potensi: pertanian sawah, perdagangan, industri, dan pariwisata (tanah relatif lebih subur).

Luas wilayah : 94.155 ha.

Luas sawah   : 40.129 ha.
Tanah kering : 54.026 ha.

Potensi: pertanian lahan basah/kering, perdagangan, industri, dan pariwisata. 



(diakses dari http://sragenkab.go.id/home.php?menu=20 pada 24 Mei 2015).

Kecamatan yang ada di Kabupaten Sragen, antara lain.

  1. Kedawung
  2. Miri
  3. Gesi
  4. Gondang
  5. Plupuh
  6. Sukodono
  7. Mondokan
  8. Tangen
  9. Jenar
  10. Sambungmacan
  11. Sumberlawang
  12. Kalijambe
  13. Ngrampal
  14. Karangmalang
  15. Sidoharjo
  16. Tanon
  17. Sambirejo
  18. Masaran
  19. Sragen
  20. Gemolong

Potensi dan Investasi











1. TECHNOPARK 
Kawasan penampilan/ peragaan, pengembangan dan komersialisasi teknologi 
























BLK Technopark merupakan sebuah lingkungan pembelajaran terpadu berbasis kompetensi dan skill, berwawasan luas serta inovatif. 
Konsep techno park dimulai dari Universitas Stanford, diikuti oleh beberapa universitas di seluruh dunia untuk membuat kerjasama permanen antara pemerintah, universitas, industri dan pasar. Technopark dapat menjadi arena riset dan pengembangan bagi institut, profesor, maupun mahasiswa dan pelajar dan mengerjakan proyek dengan profit sharing.

Technopark Ganesha Sukowati Sragen  merupakan sebuah lingkungan nyaman bagi teknologi untuk dikembangkan, diinovasi, didemonstrasikan, dikembangkan dan diimplementasikan. 

Technopark Sragen dibangun dengan tugas penelitian dan pengembangan, pelatihan, sumber daya manusia, kerjasama, produk  serta layanan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Sragen.
Untuk merealisasikan tujuan besar di atas Kabupaten Sragen bertekad membangun BLK Technopark Ganesha Sukowati dengan konsep menjadikannya sebuah kawasan (zona) untuk menampilkan, mengembangkan dan memproduksi teknologi berwawasan lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.

Technopark Ganesha Sukowati mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan dalam bidang pelatihan. Penelitian dan pengembangan technologi. Memproduksi dan memasarkan barang/jasa serta melaksanakan kerjasama baik nasional maupun internasional dalam rangka meningkatkan fungsi lembaga.

APLIKASI KONSEP
- Penerapan Materi Teknologi
- Merubah Image Masyarakat
- Fungsi Bangunan
- Penerapan Aspek Arsitektural


FASILITAS
- Incubator Bisnis
- Angel Capital
- Seed Capital
- Venture Capital
- Mess (400 Capasities)
 FASILITAS PENDUKUNG
- Pujasera
- Souvenir Shop
- Olahraga
- ATM Center
- Warnet dan      Warpostel
- Rental Office
- Parkir
- Hi-Tech event on Technopark 2009
 
- Computer Production / Assembling (casing ,peripheral, chip)
- Machinery Engineering
- Preccision Structure
- Instrumentasi & Proses
- Welding School (International Sertificate)
- Electrical Technology
- Computerized Embroidery and Garment
- International Language & Character Building

2. ZONA INDUSTRI KALIJAMBE
Dry Port di Zona Industri Kalijambe 

Ø Satu area dengan zona Industri Kalijambe
Ø Terletak di Jl. Raya Solo - Semarang  
Management Zona Industri Kalijambe

Ø Area : 22 hektar
Ø 10 Kilometer dari kota Solo
Ø Kawasan Berikat
Keuntungan Dry Port
Langsung melayani aliran barang dan dokumen dari eksportir dan importir.
Mampu menekan biaya ekspor / impor (dry port berada satu lokasi dengan Zona Industri Kalijambe)
Dokumen ekspor / impor satu pintu (PT. Sucofindo, Customs Office, EMKL, PBM dan Bank)
Jaminan keamanan proses stuffing/stripping baik dari segi kualitas maupun kuantitas

Infrastruktur dan Instrumen Yang Dibutuhkan
Infrastructur
• Luas Wilayah Dry port 2 -3 Ha
• Trailer traffic and Stuffing area : 6.000 m2
• Gudang Export  450 m2
• Stacking Area 8.000 m2
• Container Depot (Container Kosong) 400 m2
• Panjang Rel untuk stuffing dan stripping 200 m 2
• Bangunan Kantor 400 m2
• Kapasitas Stacking 7.500 teus 

Instrumen 

• 2 Forklifts kapasitas 2 / 3,5 ton
• Mobil Crane 30,5 ton
• 5 Head Truck
• 10 Trailers
• Train one double flat car untuk container ukuran 40' : 10 pieces & double flat car untuk container 20' : 15 pieces

Analisis Keuangan
Analisis Keuangan
• Biaya Investasi : Rp 33.446.000.000
• NPV : Rp 11.736.000.000
• IRR : 23, 47 %
• Payback Period : 3 tahun 11 bulan
Insentif dari Pemkab Sragen
• Bebas pajak, PBB , Pajak Galian C, Retribusi pada Pemkab.
• Jalan lingkungan, Persediaan air bersih dan Teknologi Informasi
• Bebas Perijinan yang terdiri dari : Ijin Prinsip, Lokasi, Perencanaan (KRK), IMB, HO dan TDP
• Pemkab. Sragen memberikan tanah 3 Ha.
• Pemkab. Sragen akan membantu pengembangan Power Plant.

Container Service Condition
SAAT INI
• Eksportir harus mengambil kontainer kosong dari Semarang
• Export - Import container Diekmbalikan ke Semarang
• Proses pembuatan dokumen Export - Impor dilakukan di Semarang
FUTURE
• Eksportir dapat mengambil kontainer kosong di Kalijambe Sragen
• Kontainer kosong disimpan di Dry Port Kalijambe
• Proses Pembuatan dokumen Ekspor - Impor dilakukan di Kalijambe - Sragen

(diakses dari http://sragenkab.go.id/home.php pada 24 Mei 2015).

Demikian potensi dan investasi yang dimiliki Kabupaten Sragen. Gerbang Sukowati, greget mbangun Sukowati.






Rabu, 15 April 2015

Berita

BUPATI TAK TUNTUT TARGET ANGKA KELULUSAN UN HARUS SEMPURNA 100%


Bupati Sragen (Agus Fatchurrahman) tampak sedang diwawancarai.

SRAGEN – Bupati Sragen Agus Fatchurrahman SH,MH tidak menuntut atau memaksa target angka kelulusan Ujian Nasional (UN ) harus sempurna 100%.  Ditegaskannya, tidak ada target khusus atau kelulusan harus 100 persen. Penegasan tersebut disampaikannya menyikapi UN yang digelar hari ini (Senin, 13/4)  dan diikuti oleh 11.495 siswa/i SMA/SMK di kabupaten Sragen. 

Lanjutnya, UN adalah tahapan alamiah ujian yang harus dilalui siswa dan itu menjadi alat uji kompetensi serapan pelajaran. Tak hanya itu, UN juga merupakan kesempatan untuk instropeksi dan  evaluasi para pendidik di kabupaten Sragen.  
“Tidak ada target dan tidak harus 100 persen. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana menjaga proses pelaksanaan UN itu jujur. Karena UN itu adalah alat uji sejauh mana serapan pelajaran oleh siswa,” paparnya. Namun, Bupati juga berharap sekolah dan siswa semaksimal mungkin mempersiapkan UN, sehingga hasil yang diraih bisa lebih baik. 

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sragen Moh Sauman menyampaikan UN diikuti 3.414 siswa SMA dan 7.789 siswa SMK.  Peserta dari paket C sebanyak 292 siswa. Dikatakannya meski tidak dituntut sempurna  100 persen , pihaknya sangat berharap semua sekolah dan siswa bisa lulus 100 persen.  ( Rep : Dyh - Edt : N.Hart - Humas) 


Sumber: http://sragenkab.go.id/home.php?menu=8312&id=10496

Jumat, 10 April 2015

Dhuh Gusti...

dening: Fetiyani Yuniana Ismawarsari

Nyuwun agunging samudra pangaksama.

Mbok mbalung janur, paring usada dhateng kawula.

Awak iki rasane kaya wong tuwa mlaku tanpa teken.
Balung-balung sungsum ra ana pindhone.
Seje ngrika, seje kene.
Neng kene rasane kaya ngene.
Awak ra karuan.
Maju tatu mundur ajur.

Yogyakarta, 10 April 2014 M/21 Jumadil Akhir 1948 Jawa/1436 H.

Senin, 05 Januari 2015

My Hope on New Year 2015

How are you today? What do you hope in this year? May always enjoy and happiness. In this year, I want anything, such as:
1. finish write and publish thesis
2. get A point on college final examination
3. graduate cum laude the youngest, the best, and the fastest
4. make happy the parent and do all their hope
5. be an independent, cultural, and religious girl
6. invited to Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 2015
7. success scholarship, micro teaching, theater, KKN/PPL (scholarship work really/field teaching practice), write thesis and publish it
8. get job after graduated and be a happy and rich woman
9. make happy all of my families, all people, and me
10. get score 677 for Test of English as Foreign Language.
I hope that God bless me and give the best for me. You all, be a charming ladies or gentlement. Thank you.

Kamis, 20 November 2014

Warta Budaya

GAMELAN JAWI
Pamurba Lagu kaliyan Pamurba Irama Gendhing


Gamelan inggih menika satunggaling jinis alat musik tradisional Indonesia. Asring ugi sinebut gangsa (krama) utawi pradangga (kawi). Kathah-kathahipun kadamel saking 10 perangan tembaga kaliyan 3 perangan rejasa. (Wisnusubroto, 1997: 1).
Gamelan Jawi asring dipunginakaken kangge ngiringi upacara adat kabudayan Jawi, kathah-kathahipun kangge upacara ritual. Sasanesipun kangge klenengan utawi uyon-uyon, ugi kangge ngiringi beksa, kethoprak utawi ludruk, ringgit tiyang, ringgit wacucal, upacara adat palakrama, lan sanes-sanesipun.

Sebutan Sanes saking Gamelan
Gamelan asring dipunsebut gangsa utawi pradangga. Sinebut gangsa amargi kadamel saking timah pethak kaliyan tembaga, ingkang nggadhahi bebandhingan 3 timah pethak kabanding 10 tembaga. Para empu ingkang damel gamelan rikala jaman rumiyin menika damel ungel-ungel ‘tiga kabandhing sedasa’ ingkang saged dipunwancah dados gasa. Danguning dangu malih pangecapan dados gangsa. (Rejomulyo, 2010: 12).
Gamelan sinebut pradangga amargi kadamel saking perunggu murni satemah badan wadhagipun ketingal cumlorot kadya prada. Pramila kawastanan pradangga amargi saking tembung prada kaliyan angga. Prada tegesipun cumlorot, angga tegesipun badan utawi wadhag. Jumbuh kaliyan ungel-ungel menika: ‘Pradangga adi guna sarana bina bangsa’ tegesipun menawi gamelan menika kaginakaken kanthi bener lan pener, pramila saged dipunginakaken sarana bangun nagari. (Rejomulyo, 2010: 15).

Bonang Barung minangka Pamurba Lagu

Bonang Barung. Sumber: ki-demang.com

Bonang barung minangka pamurba lagu, tegesipun dados pambuka gendhing saha ingkang nuntun lampahipun sekar. Setunggal set bonang kasusun saking sedasa ngantos kawan welas gong-gong alit. Kasusun wonten kalih larik. Larik inggil sinebut brunjung. Larik ngandhap sinebut dhempok. Bonang dipunpapanaken sanginggilipun tali ing papan kajeng.
Wonten tigang jinis bonang, inggih menika bonang barung, bonang panembung, kaliyan bonang penerus. Bonang barung ingkang dipunwastani pamurba lagu, nggadhahi ukuran sedhengan. Nalika nabuh imbal-imbalan, bonang barung boten nggadhahi ancas kangge nuntun lampahipun sekar nanging damel notasi ingkang selaras kaliyan bonang penerus.

Bonang Penerus. Sumber: ki-demang.com

Bonang penerus ingkang paling alit. Tabuhan bonang penerus langkung cepet tikel kalih tinimbang bonang barung. Awit saking menika, bonang penerus boten dados pamurba lagu.

Kendhang minangka Pamurba Irama
Kendhang dipunwastani pamurba irama ingkang tegesipun dipunginakaken kangge nemtokaken irama utawi ajegipun tempo, nuntun cepet lirihipun tempo, kaliyan mandhegaken tabuhan gendhing (suwuk). Kendhang nggadhahi kalih sisi ingkang kadamel saking kulit. Kendhang dipunpapanaken wonten gawangan (plangkan). 
Miturut ukuran saha ginanipun, kendhang kaperang dados sekawan jinis. Sekawan jinis kendhang menika antawisipun kendhang ageng, kendhang wayangan, kendhang ciblon, kaliyan kendhang ketipung. Kendhang ageng menika kendhang ingkang ukuranipun paling ageng. Dipunmainaken kangge ngiringi gendhing ingkang kagungan watak tenang kaliyan merbawani (regu). Wonten ing teknik kendhang kalih, kendhang ageng dipunmainaken mawi kombinasi kaliyan kendhang ketipung. Kendhang wayangan menika nggadhahi ukuran alit kangge ngiringi beksa. Kendhang menika ugi dipunmainaken kangge klenengan ingkang selaras kaliyan gerakan-gerakan tari utawi beksa.


Sinerat dening: Fetiyani Y. Ismawarsari/PBD B 2012  


Kapustakan:
Anonim. Tth. Gamelan. Dipunundhuh saking http://ki-demang.com/index.php?option=com_content&task=view&id=202&Itemid=485 nalika 13 September 2014 pukul 18.00
Rejomulyo. 2010. Pengetahuan Seni Karawitan Elementer. Yogyakarta: Sanggar Seni Karawitan Branta Laras
Wisnusubroto, Sunardi. 1997. Sri Lestari: An Introduction to Gamelan. Yogyakarta: UGM Press



Kapethik saking: Udyana Vol. II/2014

Kamis, 13 November 2014

RESENSI BUKU

Falsafah Cinta Sejati Ibu Tien & Pak Harto



Sumber Gambar: http://solusibuku.com


Penulis                 : Ira Tri Onggo
Tahun Terbit        : 2013
Kota Terbit          : Yogyakarta
Penerbit                : Indoliterasi
Jumlah Halaman  : 270
Ukuran buku        : 140 x 200 mm
ISBN                    : 978-602-7900-44-8


Pak Harto merupakan anak kaum tani yang terlahir di Godean, Yogyakarta. Bertemu dengan Ibu Tien pertama kali ketika bersekolah di Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Tien merupakan anak bangsawan keturunan Mangkunagara III yang lahir di Desa Jaten, Surakarta. Keduanya menikah pada 26 Desember 1947 di Solo, dengan usia Soeharto 26 tahun dan Siti Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam anak dari perkawinannya. Keenamnya menyebabkan Pak Harto dan Bu Tien makin bahagia dan selalu berusaha mempertahankan rumah tangganya hingga usia perkawinan 49 tahun.
Waktu muda, Pak Harto meniti karier militernya. Hal ini menyebabkan semenjak menjadi pasangan muda, mereka sering berpisah. Tugas negara menyebabkan Bu Tien harus merelakan suaminya pergi menjalankan panggilan negara.
Tahun 1967, Soeharto secara aklamasi diangkat menjadi presiden menggantikan Presiden Soekarno melalui Sidang Istimewa MPRS. Sebagai Ibu Negara di Indonesia, Ibu Tien mengemban banyak tugas. Selain membenahi istana negara menjadi lebih bernuansa kebudayaan Indonesia, Ibu Tien juga menggagas berdirinya Dharma Wanita, Rumah Sakit Anak dan Bersalin di Jalan S Parman Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah, dan Taman Wisata Mekarsari. Ibu Tien merupakan sosok yang peduli dengan sosial masyarakat Indonesia, terutama kaum wanita.
Tempat-tempat favorit dan penuh kenangan pasangan ini antara lain Taman Mini Indonesia Indah; Dalem Kalitan yang merupakan rumah tempat Presiden Soeharto dan keluarganya beristirahat ketika berkunjung ke Solo; rumah di Cendana yang merupakan “pusat pemerintahan” tidak resmi; Tapos yaitu lahan peternakan di Jawa Barat; dan Taman Wisata Mekarsari atas prakarsa Ibu Tien yang ingin meningkatkan harkat dan martabat kaum tani melalui pembangunan industri pertanian yang kuat.


“Hidangan yang paling saya sukai adalah tetap lodeh buatan istri saya sendiri, atau ikan bakar atau goreng belut yang membawa kenangan di masa kanak-kanak.” (Soeharto).


“Selama ini hanya wanita yang dapat melahirkan, lah kok tidak mau melahirkan. Kita sudah dikodratkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, lah kita harus mensyukuri bahwa kita diberi hidup untuk mengandung, melahirkan, merawat, mengasuh, membina, dan mendidik anak-anak kita.” (Tien Soeharto).


If Father has made any mistakes, please forgive him.” (Siti Hardijanti Rukmana).


“Itu didikan ibunya untuk mendisiplinkan anak dan memelihara hubungan batin anak dan orangtua.” (Soeharto).


“Kami, istri dan saya, sama-sama setia, saling mencintai, penuh pengertian dan saling mempercayai.” (Soeharto).


“Kami tidak pernah makan di restoran. Menginap di rumah kepala desa atau rumah-rumah penduduk. Untuk urusan logistik, selain membawa beras dari Jakarta, Ibu Tien membekali sambal teri, kering, dan tempe.” (Try Sutrisno).


“Hanya ada satu Nyonya Soeharto dan tidak ada yang lainnya. Jika ada, akan timbul pemberontakan yang terbuka di dalam rumah tangga Pak Harto.” (Soeharto).


“Siti Hartinah Soeharto adalah sahabat Presiden (Pak Harto) yang paling sangat dipercaya.” (Dr.O.G. Roeder).


Falsafah keabadian cinta Pak Harto dan Ibu Tien berlatarbelakangkan adat Jawa karena keduanya memang berasal dari Jawa. Hal itu antara lain witing tresna jalaran saka kulina, istri sebagai estri, wanita sebagai wanita, wanita sebagai ibu, suami istri adalah garwa, aja dumeh, dan mikul dhuwur mendhem jero.
Falsafah kepemimpinan Pak Harto juga berlatarbelakangkan budaya Jawa, antara lain aja kagetan, aja gumunan dan aja dumeh; sabar atine, saleh piolahe, sareh tumindake; sugih tanpa bandha, nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji lan menang tanpa ngasorake; sandang pangan murah, negara tenteram; rakyat hidup senang, negara tenteram; pemimpin harus tahu aspirasi rakyat; negara kuat karena dihormati negara lain; dan manajemen kenusantaraan.
Ibu Tien meninggal pada hari Minggu, tanggal 28 April 1996 pukul 05.10 di RSPAD Gatot Subroto karena serangan jantung. Pak Harto menjadi sangat bersedih kehilangan belahan jiwa. Peristirahatan terakhir Ibu Tien berada di Astana Giribangun, Solo, yang merupakan kompleks pemakaman keluarga Pura Mangkunegaran.
Sepeninggal Ibu Tien, Soeharto tidak lagi presiden sejak Kamis pagi 21 Mei 1998. Beliau memutuskan untuk lengser keprabon madeg pandhita ‘mengundurkan diri dari kedudukan presiden dan menetapkan diri menjadi orang tua yang bijaksana yang selalu bersedia memberi nasihat kepada siapa pun yang membutuhkan’.
Pak Harto menyusul belahan jiwa pada 27 Januari 2008 pukul 13.10 setelah 24 hari dirawat dokter di RSPP Jakarta. Peristirahatan terakhir beliau berada di samping istrinya, yaitu di Astana Giribangun, Solo.

(Diresensi oleh: Fetiyani Yuniana Ismawarsari, di Yogyakarta, pada 13 November 2014).

Sumber Gambar:
http://solusibuku.com/buku-651-falsafah-cinta-sejati-ibu-tien--pak-harto.html

Sabtu, 25 Oktober 2014

TULADHA DARI MUSTAKAWENI, BAMBANG PRIYAMBADA DAN PETRUK



Episode Mustakaweni Bambang Priyambada ada dalam timeline antara kisah Arjunawiwaha dan lakon Petruk dadi ratu, tepatnya pada saat Pandawa sedang membangun Candi Saptarengga.

Dalam kisah “Arjunawiwaha” (Begawan Mintaraga) Raden Harjuna berhasil mengalahkan Raja Niwatakawaca  dari kerajaan Manimantika. Kemenangan Harjuna membuahkan hadiah dari Sang Hyang Girinata berupa pewiwahaan (penobatan) menjadi raja di kahyangan dengan gelar Prabu Kariti. Tidak hanya dijadikan raja tetapi sekaligus dinikahkan dengan tujuh bidadari paling top di Kahyangan. Diantaranya adalah Dewi Supraba.

BAMBANG PRIYAMBADA

Bambang Priyambada adalah anak Harjuna yang dari ibu Dewi Maheswara anak Begawan Sidik Wacana dari pertapaan Glagahwangi. Ada yang menyebut ibunya adalah Dewi Supraba. Yang jelas Bambang Priyambada mencari bapaknya di  seputar Amarta - Madukara dan memegang peran utama dalam lakon ini.

MUSTAKAWENI

Mustakaweni adalah keturunan Prabu Niwatakawaca yang dibunuh  Harjuna. (Ada yang mengatakan Mustakaweni anak  Prabu Bumintaka, pengganti Niwatakawaca, ada yang mengatakan Mustakaweni adalah adik Prabu Bumintaka. Rasanya lebih pas kalau Mustakaweni adik Bumintaka, sehingga satu generasi dengan Bambang Priyambada). Mustakaweni bertekad untuk membalas dendam kematian ayahandanya. Sebagai prajurit wanita ia amat sakti, tetapi Harjuna terlalu sakti. Sehingga ia harus punya sipat kandel, pusaka sakti yang tak lain adalah Jamus Kalimasada. Tentusaja harus dicuri lebih dahulu dari pemiliknya, yaitu Yudistira, raja Amartapura.

Dengan tambahan ilmu  dari pendeta raksasa, Begawan  Kalapujangga, Mustakaweni bisa mengubah dirinya menjadi Raden Gatutkaca. Kebetulan saat itu Amartapura sedang kosong karena para Pandawa masih sibuk di Candi Saptarengga. Menghadaplah Gatutkaca palsu ke Dewi Drupadi istri Yudistira untuk meminjam Jamus Kalimasada. Karena yang datang Gatutkaca, keponakan yang jadi agul-agul kerajaan Amartapura, Jamus Kalimasada pun diberikan.

Srikandi, prajurit putri yang selalu waspada rupanya curiga (barangkali Gatutkaca yang biasanya apek kok baunya wangi) langsung mengejar. Terjadilah perang tanding dan Srikandi kalah. Untung Bambang Priyambada muncul. Petruk juga ada di situ.  Langsung dimintai tolong dan sanggup tanpa banyak tanya. Terjadilah perang tanding Mustakaweni lawan Bambang Priyambada. Berkali-kali Jamus Kalimasada pindah tangan. Sebenarnya Mustakaweni amat sakti, tetapi melihat Bambang Priyambada yang mewarisi ketampanan dan kesaktian bapaknya, ia mulai jatuh hati. Demikian pula Bambang Priyambada, melihat maling aguna yang cantik, canthas dan prigel olah keprajuritan, hatinyapun kesengsem

Ketika akhirnya Jamus Kalimasada terpegang Bambang Priyambada, segera dia berikan kepada Petruk yang entah kenapa, dia mengikuti pertarungan dari jarak dekat.  Pikir Bambang Priyambada, Petruk adalah abdi setia dan dapat dipercaya. Tugas merebut Jamus Kalimasada selesai, artinya  semua sudah beres. Seperti dalam filem-filem James Bond,  Ia pun bersenang-senang  dengan Mustakaweni yang juga sudah lupa urusan balas dendamnya.

PETRUK

Ternyata Petruk tidak kuat memegang kramat. Kalimasada tidak dikembalikan ke Amartapura, tapi dibawa pergi dipakai menaklukkan kerajaan Ngrancangkencana dan muncul dalam lakon kocak “Petruk dadi ratu” dengan gelar Prabu Thong Thong Sot Welgedhuwelbeh. Baca Petruk: Pernah Tidak Kuat Drajat, Semat dan Kramat.



LIDING DONGENG
1.    Bambang Priyambada: Kalau diberi tugas, selesaikan tuntas dulu baru bersenang-senang. Baca: Tatag, teteg,Tangguh, Tanggon, Tanggap dan Tutug
2.    Mustakaweni: Syarat punya karep harus ulat madhep ati mantep. Wajah tampan jangan menjadi halangan.
3.    Petruk: Kalau diberi kepercayaan harus mampu memegang amanah. Sebagai abdi yang pinitaya seharusnya punya komitmen untuk mituhu dhawuhnya atasan.(IwMM)

Sumber:
Muljono, Iwan. 2012. Tuladha dari Mustakaweni, Bambang Priyambada, dan Petruk. Diunduh dari http://iwanmuljono.blogspot.com/2012/07/tuladha-dari-mustakaweni-bambang.html pada 21 Oktober 2014