Minggu, 25 Oktober 2015

Karya Ilmiah Mahasiswa

OLIMPIADE BUDAYA SEBAGAI UPAYA PEWARISAN KEBUDAYAAN
TRADISIONAL KEPADA GENERASI MUDA

Zulfatin Rahmahani, Fetiyani Yuniana Ismawarsari, Puspita Melati, Carinda Nabila Huda
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta
e-mail: zulfarahma84@gmail.com

RINGKASAN

            Indonesia memiliki kebudayaan yang beraneka ragam, hampir setiap daerah memiliki kebudayaan tradisional dan kekhasan masing-masing. Namun, keberadaan budaya tradisional asli Indonesia mulai terkikis dimakan zaman. Pemerintah kurang meperhatikan keberadaan kebudayaan tradisional sehingga beberapa kebudayaan tradisional Indonesia di klaim oneh negara lain. Dikutip dari www.republika.co.id, Malaysia mengklaim tari pendet pada iklan promosi kunjungan ke Malasyia “Visit Malaysia Years”. Padahal sudah jelas, tari pendet adalah budaya dari Bali, Indonesia. Sebelumnya, mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya. Budayawan Radhar Panca Dahana terkait klaim Malaysia terhadap budaya-budaya Indonesia
mengatakan pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya merupakan kesalahan pemerintah Indonesia sendiri. “Ya tidak apa-apa lah, kita juga suka mengambil budaya lain untuk untuk promosi,” katanya kepada Republika, Rabu (19/8/2009). Generasi muda saat ini lebih cenderung bersikap kebarat-baratan dan menikmati budaya modern. Mereka memandang sebelah mata kepada budaya tradisional dan seakan tidak peduli dengan budayanya sendiri. Oleh karena itu, harus ada upaya yang nyata untuk mengatasi masalah ini.
            Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan tentang kondisi budaya tradisional di Indonesia, memaparkan gagasan mengenai sistem Olimpiade Budaya, dan memaparkan prediksi hasil pelaksanaan Olimpiade Budaya sebagai upaya pewarisan budaya tradisional Indonesia. Metode penulisan penulisan yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah analisis deskriptif. Penulis menggunakan referensi dari berbagai sumber yang relevan.

            Olimpiade Budaya adalah sebuah konsep perlombaan yang ditawarkan untuk menguji dan melatih pesertanya agar mau dan memiliki motivasi mempelajari kebudayaan tradisional. Pelaksanaan Olimpiade Budaya sendiri membutuhkan perancanaan dan tahapan-tahapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak agar dapat terlaksana dengan baik. Sosialisasi baik kepada pemerintah maupun instansi terkait tentang gagasan ini sangat diperlukan agar dapat mengimplementasikan gagasan ini. Dengan adanya Olimpiade Budaya, diharapkan generasi muda khususnya para pelajar dan guru-guru pembimbingnya akan lebih termotivasi untuk mendalami dan mempelajari budaya-budaya tradisional asli Indonesia. Para generasi muda lebih termotivasi dan tidak memandang rendah budaya tradisional yang merupakan aset negara yang tak ternilai harganya. Sehingga kebudayaan tradisional Indonesia tidak lagi krisis penerus dan dapat terwariskan.



PKM-GT  2014 Lolos Dikti dengan Dosen Pendamping Dwi Hanti Rahayu, M.Pd.

Sabtu, 23 Mei 2015

POTENSI DAN INVESTASI KABUPATEN SRAGEN

Kabupaten Sragen terletak di Karesidenan Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Sragen dipetakan menjadi 2 wilayah, yaitu utara Bengawan Solo dan selatan Bengawan Solo.
Utara: 11 kecamatan, 116 desa, dan 4 kelurahan. 
Potensi: pertanian, pariwisata, industri, dan perdagangan.
Selatan: 9 kecamatan, 80 desa, dan 8 kelurahan.
Potensi: pertanian sawah, perdagangan, industri, dan pariwisata (tanah relatif lebih subur).

Luas wilayah : 94.155 ha.

Luas sawah   : 40.129 ha.
Tanah kering : 54.026 ha.

Potensi: pertanian lahan basah/kering, perdagangan, industri, dan pariwisata. 



(diakses dari http://sragenkab.go.id/home.php?menu=20 pada 24 Mei 2015).

Kecamatan yang ada di Kabupaten Sragen, antara lain.

  1. Kedawung
  2. Miri
  3. Gesi
  4. Gondang
  5. Plupuh
  6. Sukodono
  7. Mondokan
  8. Tangen
  9. Jenar
  10. Sambungmacan
  11. Sumberlawang
  12. Kalijambe
  13. Ngrampal
  14. Karangmalang
  15. Sidoharjo
  16. Tanon
  17. Sambirejo
  18. Masaran
  19. Sragen
  20. Gemolong

Potensi dan Investasi











1. TECHNOPARK 
Kawasan penampilan/ peragaan, pengembangan dan komersialisasi teknologi 
























BLK Technopark merupakan sebuah lingkungan pembelajaran terpadu berbasis kompetensi dan skill, berwawasan luas serta inovatif. 
Konsep techno park dimulai dari Universitas Stanford, diikuti oleh beberapa universitas di seluruh dunia untuk membuat kerjasama permanen antara pemerintah, universitas, industri dan pasar. Technopark dapat menjadi arena riset dan pengembangan bagi institut, profesor, maupun mahasiswa dan pelajar dan mengerjakan proyek dengan profit sharing.

Technopark Ganesha Sukowati Sragen  merupakan sebuah lingkungan nyaman bagi teknologi untuk dikembangkan, diinovasi, didemonstrasikan, dikembangkan dan diimplementasikan. 

Technopark Sragen dibangun dengan tugas penelitian dan pengembangan, pelatihan, sumber daya manusia, kerjasama, produk  serta layanan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Sragen.
Untuk merealisasikan tujuan besar di atas Kabupaten Sragen bertekad membangun BLK Technopark Ganesha Sukowati dengan konsep menjadikannya sebuah kawasan (zona) untuk menampilkan, mengembangkan dan memproduksi teknologi berwawasan lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.

Technopark Ganesha Sukowati mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan dalam bidang pelatihan. Penelitian dan pengembangan technologi. Memproduksi dan memasarkan barang/jasa serta melaksanakan kerjasama baik nasional maupun internasional dalam rangka meningkatkan fungsi lembaga.

APLIKASI KONSEP
- Penerapan Materi Teknologi
- Merubah Image Masyarakat
- Fungsi Bangunan
- Penerapan Aspek Arsitektural


FASILITAS
- Incubator Bisnis
- Angel Capital
- Seed Capital
- Venture Capital
- Mess (400 Capasities)
 FASILITAS PENDUKUNG
- Pujasera
- Souvenir Shop
- Olahraga
- ATM Center
- Warnet dan      Warpostel
- Rental Office
- Parkir
- Hi-Tech event on Technopark 2009
 
- Computer Production / Assembling (casing ,peripheral, chip)
- Machinery Engineering
- Preccision Structure
- Instrumentasi & Proses
- Welding School (International Sertificate)
- Electrical Technology
- Computerized Embroidery and Garment
- International Language & Character Building

2. ZONA INDUSTRI KALIJAMBE
Dry Port di Zona Industri Kalijambe 

Ø Satu area dengan zona Industri Kalijambe
Ø Terletak di Jl. Raya Solo - Semarang  
Management Zona Industri Kalijambe

Ø Area : 22 hektar
Ø 10 Kilometer dari kota Solo
Ø Kawasan Berikat
Keuntungan Dry Port
Langsung melayani aliran barang dan dokumen dari eksportir dan importir.
Mampu menekan biaya ekspor / impor (dry port berada satu lokasi dengan Zona Industri Kalijambe)
Dokumen ekspor / impor satu pintu (PT. Sucofindo, Customs Office, EMKL, PBM dan Bank)
Jaminan keamanan proses stuffing/stripping baik dari segi kualitas maupun kuantitas

Infrastruktur dan Instrumen Yang Dibutuhkan
Infrastructur
• Luas Wilayah Dry port 2 -3 Ha
• Trailer traffic and Stuffing area : 6.000 m2
• Gudang Export  450 m2
• Stacking Area 8.000 m2
• Container Depot (Container Kosong) 400 m2
• Panjang Rel untuk stuffing dan stripping 200 m 2
• Bangunan Kantor 400 m2
• Kapasitas Stacking 7.500 teus 

Instrumen 

• 2 Forklifts kapasitas 2 / 3,5 ton
• Mobil Crane 30,5 ton
• 5 Head Truck
• 10 Trailers
• Train one double flat car untuk container ukuran 40' : 10 pieces & double flat car untuk container 20' : 15 pieces

Analisis Keuangan
Analisis Keuangan
• Biaya Investasi : Rp 33.446.000.000
• NPV : Rp 11.736.000.000
• IRR : 23, 47 %
• Payback Period : 3 tahun 11 bulan
Insentif dari Pemkab Sragen
• Bebas pajak, PBB , Pajak Galian C, Retribusi pada Pemkab.
• Jalan lingkungan, Persediaan air bersih dan Teknologi Informasi
• Bebas Perijinan yang terdiri dari : Ijin Prinsip, Lokasi, Perencanaan (KRK), IMB, HO dan TDP
• Pemkab. Sragen memberikan tanah 3 Ha.
• Pemkab. Sragen akan membantu pengembangan Power Plant.

Container Service Condition
SAAT INI
• Eksportir harus mengambil kontainer kosong dari Semarang
• Export - Import container Diekmbalikan ke Semarang
• Proses pembuatan dokumen Export - Impor dilakukan di Semarang
FUTURE
• Eksportir dapat mengambil kontainer kosong di Kalijambe Sragen
• Kontainer kosong disimpan di Dry Port Kalijambe
• Proses Pembuatan dokumen Ekspor - Impor dilakukan di Kalijambe - Sragen

(diakses dari http://sragenkab.go.id/home.php pada 24 Mei 2015).

Demikian potensi dan investasi yang dimiliki Kabupaten Sragen. Gerbang Sukowati, greget mbangun Sukowati.






Rabu, 15 April 2015

Berita

BUPATI TAK TUNTUT TARGET ANGKA KELULUSAN UN HARUS SEMPURNA 100%


Bupati Sragen (Agus Fatchurrahman) tampak sedang diwawancarai.

SRAGEN – Bupati Sragen Agus Fatchurrahman SH,MH tidak menuntut atau memaksa target angka kelulusan Ujian Nasional (UN ) harus sempurna 100%.  Ditegaskannya, tidak ada target khusus atau kelulusan harus 100 persen. Penegasan tersebut disampaikannya menyikapi UN yang digelar hari ini (Senin, 13/4)  dan diikuti oleh 11.495 siswa/i SMA/SMK di kabupaten Sragen. 

Lanjutnya, UN adalah tahapan alamiah ujian yang harus dilalui siswa dan itu menjadi alat uji kompetensi serapan pelajaran. Tak hanya itu, UN juga merupakan kesempatan untuk instropeksi dan  evaluasi para pendidik di kabupaten Sragen.  
“Tidak ada target dan tidak harus 100 persen. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana menjaga proses pelaksanaan UN itu jujur. Karena UN itu adalah alat uji sejauh mana serapan pelajaran oleh siswa,” paparnya. Namun, Bupati juga berharap sekolah dan siswa semaksimal mungkin mempersiapkan UN, sehingga hasil yang diraih bisa lebih baik. 

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sragen Moh Sauman menyampaikan UN diikuti 3.414 siswa SMA dan 7.789 siswa SMK.  Peserta dari paket C sebanyak 292 siswa. Dikatakannya meski tidak dituntut sempurna  100 persen , pihaknya sangat berharap semua sekolah dan siswa bisa lulus 100 persen.  ( Rep : Dyh - Edt : N.Hart - Humas) 


Sumber: http://sragenkab.go.id/home.php?menu=8312&id=10496

Jumat, 10 April 2015

Dhuh Gusti...

dening: Fetiyani Yuniana Ismawarsari

Nyuwun agunging samudra pangaksama.

Mbok mbalung janur, paring usada dhateng kawula.

Awak iki rasane kaya wong tuwa mlaku tanpa teken.
Balung-balung sungsum ra ana pindhone.
Seje ngrika, seje kene.
Neng kene rasane kaya ngene.
Awak ra karuan.
Maju tatu mundur ajur.

Yogyakarta, 10 April 2014 M/21 Jumadil Akhir 1948 Jawa/1436 H.

Senin, 05 Januari 2015

My Hope on New Year 2015

How are you today? What do you hope in this year? May always enjoy and happiness. In this year, I want anything, such as:
1. finish write and publish thesis
2. get A point on college final examination
3. graduate cum laude the youngest, the best, and the fastest
4. make happy the parent and do all their hope
5. be an independent, cultural, and religious girl
6. invited to Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 2015
7. success scholarship, micro teaching, theater, KKN/PPL (scholarship work really/field teaching practice), write thesis and publish it
8. get job after graduated and be a happy and rich woman
9. make happy all of my families, all people, and me
10. get score 677 for Test of English as Foreign Language.
I hope that God bless me and give the best for me. You all, be a charming ladies or gentlement. Thank you.

Kamis, 20 November 2014

Warta Budaya

GAMELAN JAWI
Pamurba Lagu kaliyan Pamurba Irama Gendhing


Gamelan inggih menika satunggaling jinis alat musik tradisional Indonesia. Asring ugi sinebut gangsa (krama) utawi pradangga (kawi). Kathah-kathahipun kadamel saking 10 perangan tembaga kaliyan 3 perangan rejasa. (Wisnusubroto, 1997: 1).
Gamelan Jawi asring dipunginakaken kangge ngiringi upacara adat kabudayan Jawi, kathah-kathahipun kangge upacara ritual. Sasanesipun kangge klenengan utawi uyon-uyon, ugi kangge ngiringi beksa, kethoprak utawi ludruk, ringgit tiyang, ringgit wacucal, upacara adat palakrama, lan sanes-sanesipun.

Sebutan Sanes saking Gamelan
Gamelan asring dipunsebut gangsa utawi pradangga. Sinebut gangsa amargi kadamel saking timah pethak kaliyan tembaga, ingkang nggadhahi bebandhingan 3 timah pethak kabanding 10 tembaga. Para empu ingkang damel gamelan rikala jaman rumiyin menika damel ungel-ungel ‘tiga kabandhing sedasa’ ingkang saged dipunwancah dados gasa. Danguning dangu malih pangecapan dados gangsa. (Rejomulyo, 2010: 12).
Gamelan sinebut pradangga amargi kadamel saking perunggu murni satemah badan wadhagipun ketingal cumlorot kadya prada. Pramila kawastanan pradangga amargi saking tembung prada kaliyan angga. Prada tegesipun cumlorot, angga tegesipun badan utawi wadhag. Jumbuh kaliyan ungel-ungel menika: ‘Pradangga adi guna sarana bina bangsa’ tegesipun menawi gamelan menika kaginakaken kanthi bener lan pener, pramila saged dipunginakaken sarana bangun nagari. (Rejomulyo, 2010: 15).

Bonang Barung minangka Pamurba Lagu

Bonang Barung. Sumber: ki-demang.com

Bonang barung minangka pamurba lagu, tegesipun dados pambuka gendhing saha ingkang nuntun lampahipun sekar. Setunggal set bonang kasusun saking sedasa ngantos kawan welas gong-gong alit. Kasusun wonten kalih larik. Larik inggil sinebut brunjung. Larik ngandhap sinebut dhempok. Bonang dipunpapanaken sanginggilipun tali ing papan kajeng.
Wonten tigang jinis bonang, inggih menika bonang barung, bonang panembung, kaliyan bonang penerus. Bonang barung ingkang dipunwastani pamurba lagu, nggadhahi ukuran sedhengan. Nalika nabuh imbal-imbalan, bonang barung boten nggadhahi ancas kangge nuntun lampahipun sekar nanging damel notasi ingkang selaras kaliyan bonang penerus.

Bonang Penerus. Sumber: ki-demang.com

Bonang penerus ingkang paling alit. Tabuhan bonang penerus langkung cepet tikel kalih tinimbang bonang barung. Awit saking menika, bonang penerus boten dados pamurba lagu.

Kendhang minangka Pamurba Irama
Kendhang dipunwastani pamurba irama ingkang tegesipun dipunginakaken kangge nemtokaken irama utawi ajegipun tempo, nuntun cepet lirihipun tempo, kaliyan mandhegaken tabuhan gendhing (suwuk). Kendhang nggadhahi kalih sisi ingkang kadamel saking kulit. Kendhang dipunpapanaken wonten gawangan (plangkan). 
Miturut ukuran saha ginanipun, kendhang kaperang dados sekawan jinis. Sekawan jinis kendhang menika antawisipun kendhang ageng, kendhang wayangan, kendhang ciblon, kaliyan kendhang ketipung. Kendhang ageng menika kendhang ingkang ukuranipun paling ageng. Dipunmainaken kangge ngiringi gendhing ingkang kagungan watak tenang kaliyan merbawani (regu). Wonten ing teknik kendhang kalih, kendhang ageng dipunmainaken mawi kombinasi kaliyan kendhang ketipung. Kendhang wayangan menika nggadhahi ukuran alit kangge ngiringi beksa. Kendhang menika ugi dipunmainaken kangge klenengan ingkang selaras kaliyan gerakan-gerakan tari utawi beksa.


Sinerat dening: Fetiyani Y. Ismawarsari/PBD B 2012  


Kapustakan:
Anonim. Tth. Gamelan. Dipunundhuh saking http://ki-demang.com/index.php?option=com_content&task=view&id=202&Itemid=485 nalika 13 September 2014 pukul 18.00
Rejomulyo. 2010. Pengetahuan Seni Karawitan Elementer. Yogyakarta: Sanggar Seni Karawitan Branta Laras
Wisnusubroto, Sunardi. 1997. Sri Lestari: An Introduction to Gamelan. Yogyakarta: UGM Press



Kapethik saking: Udyana Vol. II/2014

Kamis, 13 November 2014

RESENSI BUKU

Falsafah Cinta Sejati Ibu Tien & Pak Harto



Sumber Gambar: http://solusibuku.com


Penulis                 : Ira Tri Onggo
Tahun Terbit        : 2013
Kota Terbit          : Yogyakarta
Penerbit                : Indoliterasi
Jumlah Halaman  : 270
Ukuran buku        : 140 x 200 mm
ISBN                    : 978-602-7900-44-8


Pak Harto merupakan anak kaum tani yang terlahir di Godean, Yogyakarta. Bertemu dengan Ibu Tien pertama kali ketika bersekolah di Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Tien merupakan anak bangsawan keturunan Mangkunagara III yang lahir di Desa Jaten, Surakarta. Keduanya menikah pada 26 Desember 1947 di Solo, dengan usia Soeharto 26 tahun dan Siti Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam anak dari perkawinannya. Keenamnya menyebabkan Pak Harto dan Bu Tien makin bahagia dan selalu berusaha mempertahankan rumah tangganya hingga usia perkawinan 49 tahun.
Waktu muda, Pak Harto meniti karier militernya. Hal ini menyebabkan semenjak menjadi pasangan muda, mereka sering berpisah. Tugas negara menyebabkan Bu Tien harus merelakan suaminya pergi menjalankan panggilan negara.
Tahun 1967, Soeharto secara aklamasi diangkat menjadi presiden menggantikan Presiden Soekarno melalui Sidang Istimewa MPRS. Sebagai Ibu Negara di Indonesia, Ibu Tien mengemban banyak tugas. Selain membenahi istana negara menjadi lebih bernuansa kebudayaan Indonesia, Ibu Tien juga menggagas berdirinya Dharma Wanita, Rumah Sakit Anak dan Bersalin di Jalan S Parman Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah, dan Taman Wisata Mekarsari. Ibu Tien merupakan sosok yang peduli dengan sosial masyarakat Indonesia, terutama kaum wanita.
Tempat-tempat favorit dan penuh kenangan pasangan ini antara lain Taman Mini Indonesia Indah; Dalem Kalitan yang merupakan rumah tempat Presiden Soeharto dan keluarganya beristirahat ketika berkunjung ke Solo; rumah di Cendana yang merupakan “pusat pemerintahan” tidak resmi; Tapos yaitu lahan peternakan di Jawa Barat; dan Taman Wisata Mekarsari atas prakarsa Ibu Tien yang ingin meningkatkan harkat dan martabat kaum tani melalui pembangunan industri pertanian yang kuat.


“Hidangan yang paling saya sukai adalah tetap lodeh buatan istri saya sendiri, atau ikan bakar atau goreng belut yang membawa kenangan di masa kanak-kanak.” (Soeharto).


“Selama ini hanya wanita yang dapat melahirkan, lah kok tidak mau melahirkan. Kita sudah dikodratkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, lah kita harus mensyukuri bahwa kita diberi hidup untuk mengandung, melahirkan, merawat, mengasuh, membina, dan mendidik anak-anak kita.” (Tien Soeharto).


If Father has made any mistakes, please forgive him.” (Siti Hardijanti Rukmana).


“Itu didikan ibunya untuk mendisiplinkan anak dan memelihara hubungan batin anak dan orangtua.” (Soeharto).


“Kami, istri dan saya, sama-sama setia, saling mencintai, penuh pengertian dan saling mempercayai.” (Soeharto).


“Kami tidak pernah makan di restoran. Menginap di rumah kepala desa atau rumah-rumah penduduk. Untuk urusan logistik, selain membawa beras dari Jakarta, Ibu Tien membekali sambal teri, kering, dan tempe.” (Try Sutrisno).


“Hanya ada satu Nyonya Soeharto dan tidak ada yang lainnya. Jika ada, akan timbul pemberontakan yang terbuka di dalam rumah tangga Pak Harto.” (Soeharto).


“Siti Hartinah Soeharto adalah sahabat Presiden (Pak Harto) yang paling sangat dipercaya.” (Dr.O.G. Roeder).


Falsafah keabadian cinta Pak Harto dan Ibu Tien berlatarbelakangkan adat Jawa karena keduanya memang berasal dari Jawa. Hal itu antara lain witing tresna jalaran saka kulina, istri sebagai estri, wanita sebagai wanita, wanita sebagai ibu, suami istri adalah garwa, aja dumeh, dan mikul dhuwur mendhem jero.
Falsafah kepemimpinan Pak Harto juga berlatarbelakangkan budaya Jawa, antara lain aja kagetan, aja gumunan dan aja dumeh; sabar atine, saleh piolahe, sareh tumindake; sugih tanpa bandha, nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji lan menang tanpa ngasorake; sandang pangan murah, negara tenteram; rakyat hidup senang, negara tenteram; pemimpin harus tahu aspirasi rakyat; negara kuat karena dihormati negara lain; dan manajemen kenusantaraan.
Ibu Tien meninggal pada hari Minggu, tanggal 28 April 1996 pukul 05.10 di RSPAD Gatot Subroto karena serangan jantung. Pak Harto menjadi sangat bersedih kehilangan belahan jiwa. Peristirahatan terakhir Ibu Tien berada di Astana Giribangun, Solo, yang merupakan kompleks pemakaman keluarga Pura Mangkunegaran.
Sepeninggal Ibu Tien, Soeharto tidak lagi presiden sejak Kamis pagi 21 Mei 1998. Beliau memutuskan untuk lengser keprabon madeg pandhita ‘mengundurkan diri dari kedudukan presiden dan menetapkan diri menjadi orang tua yang bijaksana yang selalu bersedia memberi nasihat kepada siapa pun yang membutuhkan’.
Pak Harto menyusul belahan jiwa pada 27 Januari 2008 pukul 13.10 setelah 24 hari dirawat dokter di RSPP Jakarta. Peristirahatan terakhir beliau berada di samping istrinya, yaitu di Astana Giribangun, Solo.

(Diresensi oleh: Fetiyani Yuniana Ismawarsari, di Yogyakarta, pada 13 November 2014).

Sumber Gambar:
http://solusibuku.com/buku-651-falsafah-cinta-sejati-ibu-tien--pak-harto.html